Kamis, 12 September 2013

Proposal Penelitian-Performans Reproduksi Ternak Kerbau Lumpur ( Bubalis-Bubalus) Di Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat


FAKULTAS PETERNAKAN                         SEMINAR      : HASIL
UNIVERSITAS NUSA CENDANA               HARI / TGL   :
KUPANG                                                         RUANGAN     :                                              
“PERFORMANS REPRODUKSI TERNAK KERBAU DIKECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT

NIMROD N.S WUTA
0 8 0 5 0 1 2 7 8 8

Ir. A.Marawali,M.Si *                                                                                    Ir.Kirenius Uly,MP **

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Meningkatnya permitaan protein asal hewani merupakan suatu konsekwensi logis dari laju pertumbuhan pendudukan dan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai gizi.Kenyataan ini jika tidak diikuti dengan perubahan dan perbaikan hasil di sub sektor peternakan akan dapat memberikan dampak terjadinya kesenjangan.Diduga bahwa upaya penyediaan protein hewani  selama ini lebih dominandari ternak sapi.
Upaya diversifikasikan hasil disub sector peternakan merupakan suatu keharusan yang secara dini diperlukan agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang akan timbul.Oleh karena itu dalam perkembangan selanjutnya perhatian peerlu diarahkan pada ternak lainselalin sapi yang cukup potensial.
Ternak kerbau (Bubalus bubalis) merupakan salah satu jenis ternak yang dapat diandalkan sebagai penyedia protein hewani bagi masyarakat, juga sebagai tenaga kerja  dan untuk mengolah lahan pertanian.  Daging kerbau memiliki kandungan protein sebesar 20,20% sedangkan daging sapi 19,20% (Hattu,1986)
*      Ir.Aloysius.Marawali,M.Si
**   Ir.Kirenius Uly,MP     
Kabupaten Sumba Barat merupakan salah satu daerah pengembangan kerbau lumpur karena wilayahnya potensial untuk petemakan kerbau, disamping lahan pertanian yang dominan, tetapi pengembanggan ternak sudah menjadi budaya atau mata pencaharian masyarakat Sumba khususnya Sumba Barat. Adapun pemanfaatan kerbau lumpur ini untuk pemenuhanan kebutuhan protein hewani serta pemenuhan kebutuhan serimorial ritual adat (ritual kematian, ritual perkawinan, dan syukuran-syukuran yang di kemas dalam ritual adat).
Populasi ternak kerbau di Sumba umumnya sudah terjadi penurunan sebagai berikut: ternak kerbau pada tahun 2008 mencapai 14.348 ekor dan  pada tahun 2010 sebanyak 11.226, ternyata mengalami penurunan sebesar 27,81%.Menurunnya populasi ternak kerbau karena kurangnya  pakan, lahan pengembalaan yang semakin menyempit, cara pemeliharaan dan sistem perawatan ternak yang masih dominan dengan sistem tradisional. Keamanan pemeliharaan ternak dari segi pencurian oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan pesta adat atau budaya Sumba yang belum mendapat pembaharuan secara signifikan. Pertumbuhan kesehatan ternak juga menjadi hambatan karena dalam pesta adat yang dikemas dalam ritual perkawinan, ritual kematian dan ritual syukuran yang dikemas dalam ritual adat memaksa lalulintas ternak terus berpindah tangan, lingkungan dan daerah baru, sehingga masa adaptasi ternak menjadi pengaruh dalam pertumbuhan hidup ternak tersebut.
 Hal tersebut diatas didukung pula oleh musim kemarau yang cukup panjang 8-9 bulan dan musim hujan hanya  berkisar antara 3-4 bulan, kondisi iklim ini mengakibatkan ketersedian pakan terbatas dengan kualitas rendah. Menurut Dami Dato dikutip oleh Thimotius U. T. Billy (2009), kualitas padang rumput alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada musim kemarau cukup rendah yang ditandai dengan kandungan protein hijauan 1,13% dan sebaliknya kandungan serat kasarnya sekitar 52,98%. Ditinjau dari aspek makanan dan kaitannya dengan proses produksi ternak maka ini merupakan masalah. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan upaya penambahan suplemen berupa pakan sumber protein.
Dengan demikian, berdasarkan permasalahan yang di uraikan di atas maka akan dilakukan penelitian dengan judul : “PERFORMANS REPRODUKSI TERNAK KERBAU DIKECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT”.




Tujuan dan Kegunaan
Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan dedak padi dan jagung giling dengan pakan basal jerami padi  terhadap pertumbuhan berat badan dan ukuran linear tubuh kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) jantan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans reproduksi kerbau lumpur yang di pelihara petani peternak diKecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat.Di harapkan penelitian ini berguna bagi:
1.      Pemerintah Daerah sebagai bahan masukan yang dapat dipakai dalam mengambil dan mmenentukan kebijakan lanjutan untuk pengembangan peternak kerbau lumpur di Kecamatan Loli pada khususnya dan Kabupaten Sumba Barat pada umumnya.
2.      Petani peternak sebagai tambahan informasi dalam mengembangkan ternak kerbau lumpur.
3.      Pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang Ilmu Reproduksi Ternak Kerbau.













MATERI DAN METODE PENELITIAN
Lokasi Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan di laksanakan di Kecamatan Loli , Kabupaten Sumba Barat selama 1 bulan.
Metode Penentuan Sampel
            Penentuan sampel akan dilakukan  pada enam desa dalam wilayah Kecamatan Loli.Dasar pertambangannya bahwa desa tersebut memiliki memiliki populasi ternak kerbau yang terbanyak.Sedangkan penentuan responden dilakukan secara acak dengan mengambil  40% dari total peternak kerbau pada masing-masing desa contoh dengan dasar pertimbangan memiliki pengalaman beternak  ≥ empat tahun dan jumlah induk kerbau yang dimiliki  ≤ 10  ekor.
Metode penelitian
            Dalam  peneilitian ini digunankan metode survey untuk memperoleh data primer dan data sekunder.Data primer dilakukan dengan teknik wawancara langsung dengan responden berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan .Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait.
Variable yang di ukur
            Variable yang diukur dalam penelitian ini, meliputi :
1.      Angka kelahiran, yaitu perbandingan antara jumlah anak yang lahir dengan jumlah induk yang produktif dengan kisaran umur 4-20 tahun dalam setahun dikalikan dengan 100%.
                                    Angka kelahiran      =  Jumlah Anak Yang Lahir  X  100%
                                                            Jumlah Induk Produktif
2.      Angka kematian yaitu perbandingan jumlah anak kerbau yang mati umur  ≤ 12 bulan dengan jumlah anak kerbau yang lahir dikalikan dengan 100% .
Angka kematian      = Jumlah Anak Kerbau Yang Mati  X 100%
                                                                                                Jumlah Anak Kerbau Yang Lahir

3.      Inerval kelahiran yaitu jarak waktu antara dua  periode kelahiran secara berurutan  pada kelahiran yang paling akhir.


Analisis Data
            Data yang diperoleh dalam penelitian ini ditabulasi untuk menghitung nilai rata-rata (X),standar devisi (SD),koefisien keragaman (KK) menurut petunjuk yang digariskan Sudjana (1989) dengan rumus :
Nilai Rata-Rata (X)                             = ∑Xi
                                                                    n

Standar Devisi                         = 

Koefisien Keragaman  (KK)          = SD  X 100%
                                                     X
Dimana :
X                     =  Nilai Rataan ;
n                      =  Besarnya Sampel Yang Digunakan;
n - 1                 =  Derajat Bebas;
∑xi                  =  Jumlah Nilai Pengamatan
∑(Xi – X)2          =  Jumlah Kuadrat Simpangan









DAFTAR PUSTAKA

Admadilaga,D.1974.Proses Perkembangan peternakan di nusa tenggara timur.Biro Reseach dan afiliasi.Fakultas Peternakan ,Universitas Pandjajaran- Bnadung.
Anggorodi ,R.1979.Makanan Ternak Umum,Gramedia Jakarta.
Anonimous,1977.The Wate Buffalo .Foot And Agriculture Organization Of The United Nation,Room.
Burhanudin,1981.peranan sapi bali dalam pengembanganpeternakan sapi balidi Indonesia di tinjau      darsegi reproduksinya.Majalah Universitas Nomor : 24-25 tahun IX,1981.
Fattah,s.1998. Produktivitas sapi Bali yang di pelihara di padang pengembalaan alam,(kasus oesu’u NusaTenggara Timur).Di sertai Universitas padjajaran Bandung.
Lubis,D.A.1963.Ilmu makanan ternak,P.T.Pembangunan Jakarta.
Martojo,H.S.Mansjoer dan E.Gunardi 1978.Beberapa sifat reproduksi pada sapi bali di propinsi bali     Proc.Seminar Ruminansia .Direktorat jendral peternakan & P-4 dan fakultas IPB,Bogor.
Murti, T.W dan Ciptadi.G. 1987.Kerbau perah dan kerbau kerja.P.T.Mediyatama Sarana   Perkasa,Jakarta.
Nenot,E.A.N.1979 .Penagruh kesempatan berkubang terhadap birahi dan siklus birahi pada  kerbau lumpur .Thesis fapet undana yang berafiliasi denngan fapet ITB bogor.
Partodiharjo,S.1982.Ilmu reproduksi hewan,Mutiara Bandung.
Siregar,A.M.1971.Kerbau dan pengembangannya di Indonesia.
Sosroamidjojo,S.M.1989.Ternak potong dan kerja.CV Yasaguna Jakarta.




ORGANISASI PENELITIAN


PENELITI
NAMA                                     :           NIMROD N.S WUTA
NIM                                         :           0805012788
JURUSAN                               :           PRODUKSI TERNAK

DOSEN PEMBIMBING I                    
NAMA                                     :           Ir.Aloysius Marawali,M.si
NIP                                          :           19600411 1990 31 001

DOSEN PEMBIMBING II
NAMA                                     :           Ir.Kirenius Uly,MP
NIP                                          :           1966 1014 1993 03 102

Tidak ada komentar: