“PERFORMANS
REPRODUKSI TERNAK KERBAU DIKECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT”
NIMROD
N.S WUTA
0 8 0 5 0 1 2 7 8 8
0 8 0 5 0 1 2 7 8 8
Ir. A.Marawali,M.Si
* Ir.Kirenius
Uly,MP **
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Meningkatnya
permitaan protein asal hewani merupakan suatu konsekwensi logis dari laju
pertumbuhan pendudukan dan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai
gizi.Kenyataan ini jika tidak diikuti dengan perubahan dan perbaikan hasil di
sub sektor peternakan akan dapat memberikan dampak terjadinya
kesenjangan.Diduga bahwa upaya penyediaan protein hewani selama ini lebih dominandari ternak sapi.
Upaya
diversifikasikan hasil disub sector peternakan merupakan suatu keharusan yang
secara dini diperlukan agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang akan
timbul.Oleh karena itu dalam perkembangan selanjutnya perhatian peerlu
diarahkan pada ternak lainselalin sapi yang cukup potensial.
Ternak
kerbau (Bubalus bubalis) merupakan
salah satu jenis ternak yang dapat diandalkan sebagai penyedia protein hewani
bagi masyarakat,
juga sebagai tenaga kerja dan untuk mengolah lahan pertanian. Daging
kerbau memiliki kandungan protein sebesar 20,20% sedangkan daging sapi 19,20%
(Hattu,1986)
* Ir.Aloysius.Marawali,M.Si
** Ir.Kirenius Uly,MP
Kabupaten Sumba Barat merupakan salah satu daerah
pengembangan kerbau lumpur karena wilayahnya potensial untuk petemakan kerbau,
disamping lahan pertanian yang dominan, tetapi pengembanggan ternak sudah
menjadi budaya atau mata pencaharian masyarakat Sumba khususnya Sumba Barat.
Adapun pemanfaatan kerbau lumpur
ini untuk pemenuhanan kebutuhan protein hewani serta pemenuhan kebutuhan
serimorial ritual
adat (ritual kematian,
ritual perkawinan, dan
syukuran-syukuran yang di kemas dalam ritual adat).
Populasi
ternak kerbau di
Sumba umumnya sudah terjadi penurunan sebagai berikut: ternak kerbau pada tahun 2008
mencapai 14.348 ekor dan pada tahun 2010
sebanyak 11.226, ternyata mengalami penurunan sebesar
27,81%.Menurunnya populasi ternak kerbau karena
kurangnya pakan, lahan pengembalaan yang semakin
menyempit, cara pemeliharaan dan sistem
perawatan ternak yang masih dominan dengan sistem tradisional. Keamanan
pemeliharaan ternak dari segi pencurian oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan pesta adat
atau budaya Sumba
yang belum mendapat pembaharuan secara signifikan. Pertumbuhan kesehatan ternak
juga menjadi hambatan karena dalam pesta adat yang dikemas dalam ritual perkawinan, ritual kematian dan ritual
syukuran yang
dikemas dalam ritual
adat memaksa lalulintas ternak terus berpindah tangan, lingkungan dan daerah
baru, sehingga
masa adaptasi ternak menjadi pengaruh dalam pertumbuhan hidup ternak tersebut.
Hal tersebut diatas didukung pula oleh musim kemarau yang cukup panjang
8-9 bulan dan musim hujan hanya berkisar antara 3-4 bulan,
kondisi iklim ini mengakibatkan
ketersedian pakan terbatas dengan
kualitas rendah. Menurut Dami Dato dikutip oleh Thimotius U. T. Billy (2009), kualitas padang rumput alam di Nusa
Tenggara Timur (NTT) pada musim kemarau cukup rendah
yang ditandai dengan kandungan protein hijauan 1,13% dan sebaliknya kandungan
serat kasarnya
sekitar 52,98%. Ditinjau dari aspek makanan dan kaitannya dengan proses
produksi ternak maka ini merupakan masalah. Untuk
mengatasi masalah tersebut diperlukan upaya penambahan suplemen berupa pakan
sumber protein.
Dengan demikian, berdasarkan permasalahan yang di
uraikan di atas maka akan dilakukan penelitian
dengan judul : “PERFORMANS REPRODUKSI
TERNAK KERBAU DIKECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT”.
Tujuan dan Kegunaan
Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui
pengaruh pemberian pakan tambahan dedak padi dan jagung giling dengan pakan
basal jerami padi terhadap pertumbuhan
berat badan dan ukuran linear tubuh kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) jantan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans
reproduksi kerbau lumpur yang di pelihara petani peternak diKecamatan Loli
Kabupaten Sumba Barat.Di harapkan penelitian ini berguna bagi:
1. Pemerintah
Daerah sebagai bahan masukan yang dapat dipakai dalam mengambil dan mmenentukan
kebijakan lanjutan untuk pengembangan peternak kerbau lumpur di Kecamatan Loli
pada khususnya dan Kabupaten Sumba Barat pada umumnya.
2. Petani
peternak sebagai tambahan informasi dalam mengembangkan ternak kerbau lumpur.
3. Pengembangan
ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang Ilmu Reproduksi Ternak Kerbau.
MATERI DAN METODE PENELITIAN
Lokasi Dan Waktu Penelitian
Penelitian
ini akan di laksanakan di Kecamatan Loli , Kabupaten Sumba Barat selama 1
bulan.
Metode Penentuan Sampel
Penentuan
sampel akan dilakukan pada enam desa
dalam wilayah Kecamatan Loli.Dasar pertambangannya bahwa desa tersebut memiliki
memiliki populasi ternak kerbau yang terbanyak.Sedangkan penentuan responden
dilakukan secara acak dengan mengambil
40% dari total peternak kerbau pada masing-masing desa contoh dengan
dasar pertimbangan memiliki pengalaman beternak
≥ empat tahun dan jumlah induk kerbau yang dimiliki ≤ 10
ekor.
Metode penelitian
Dalam peneilitian ini digunankan metode survey untuk
memperoleh data primer dan data sekunder.Data primer dilakukan dengan teknik
wawancara langsung dengan responden berdasarkan daftar pertanyaan yang telah
disiapkan .Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait.
Variable yang di ukur
Variable
yang diukur dalam penelitian ini, meliputi :
1. Angka
kelahiran, yaitu perbandingan antara jumlah anak yang lahir dengan jumlah induk
yang produktif dengan kisaran umur 4-20 tahun dalam setahun dikalikan dengan
100%.
Angka
kelahiran = Jumlah Anak Yang Lahir X
100%
Jumlah Induk Produktif
2. Angka
kematian yaitu perbandingan jumlah anak kerbau yang mati umur ≤ 12 bulan dengan jumlah anak kerbau yang
lahir dikalikan dengan 100% .
Angka kematian = Jumlah Anak Kerbau Yang Mati X 100%
Jumlah Anak Kerbau Yang Lahir
3.
Inerval
kelahiran yaitu jarak waktu antara dua
periode kelahiran secara berurutan
pada kelahiran yang paling akhir.
Analisis Data
Data
yang diperoleh dalam penelitian ini ditabulasi untuk menghitung nilai rata-rata
(X),standar devisi (SD),koefisien keragaman (KK) menurut petunjuk yang
digariskan Sudjana (1989) dengan rumus :
Nilai Rata-Rata (X) = ∑Xi
n
Standar
Devisi =
Koefisien Keragaman (KK) =
SD X
100%
X
Dimana
:
X = Nilai Rataan ;
n = Besarnya Sampel Yang Digunakan;
n
- 1 = Derajat Bebas;
∑xi = Jumlah Nilai Pengamatan
∑(Xi
– X)2 = Jumlah Kuadrat Simpangan
DAFTAR
PUSTAKA
Admadilaga,D.1974.Proses Perkembangan peternakan di nusa tenggara timur.Biro Reseach dan
afiliasi.Fakultas Peternakan ,Universitas Pandjajaran- Bnadung.
Anggorodi ,R.1979.Makanan Ternak Umum,Gramedia Jakarta.
Anonimous,1977.The Wate Buffalo .Foot And Agriculture
Organization Of The United Nation,Room.
Burhanudin,1981.peranan sapi bali dalam
pengembanganpeternakan sapi balidi Indonesia di tinjau darsegi reproduksinya.Majalah
Universitas Nomor : 24-25 tahun IX,1981.
Fattah,s.1998.
Produktivitas sapi Bali yang di pelihara di padang pengembalaan alam,(kasus
oesu’u NusaTenggara Timur).Di sertai Universitas padjajaran Bandung.
Lubis,D.A.1963.Ilmu
makanan ternak,P.T.Pembangunan Jakarta.
Martojo,H.S.Mansjoer
dan E.Gunardi 1978.Beberapa sifat reproduksi pada sapi bali di propinsi bali Proc.Seminar Ruminansia .Direktorat
jendral peternakan & P-4 dan fakultas IPB,Bogor.
Murti, T.W dan Ciptadi.G. 1987.Kerbau perah dan kerbau kerja.P.T.Mediyatama
Sarana Perkasa,Jakarta.
Nenot,E.A.N.1979
.Penagruh kesempatan berkubang terhadap
birahi dan siklus birahi pada kerbau
lumpur .Thesis fapet undana yang berafiliasi denngan fapet ITB bogor.
Partodiharjo,S.1982.Ilmu reproduksi hewan,Mutiara Bandung.
Siregar,A.M.1971.Kerbau dan pengembangannya di Indonesia.
Sosroamidjojo,S.M.1989.Ternak potong dan kerja.CV Yasaguna Jakarta.
ORGANISASI PENELITIAN
PENELITI
NAMA : NIMROD N.S WUTA
NIM : 0805012788
JURUSAN : PRODUKSI TERNAK
DOSEN
PEMBIMBING I
NAMA : Ir.Aloysius Marawali,M.si
NIP : 19600411 1990 31 001
DOSEN
PEMBIMBING II
NAMA : Ir.Kirenius Uly,MP
NIP : 1966 1014 1993 03 102
Tidak ada komentar:
Posting Komentar